Hi, calon Chemical Engineer! Selamat datang di Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia ☺
Bagaimana rasanya sudah menjadi bagian dari keluarga besar Teknik Kimia ITI? Terus sudah terbayang apa saja yang harus kamu lalui untuk meraih gelar Sarjana Teknik di Teknik Kimia ITI? Untuk itu, kami membuat Educational Pathway agar mahasiswa baru dapat membayangkan apa saja yang harus dilalui untuk menjadi Sarjana Teknik. Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Start!

Mengikuti tes masuk ITI melalui Jalur Prestasi atau Jalur Ujian Tertulis.

POMB (Pekan Orientasi Mahasiswa Baru)

POMB merupakan ajang pengenalan kampus dan jurusan, karena bersifat wajib jadi harus kamu ikuti. Tidak menutup kemungkinan kamu akan menemukan sahabat terbaikmu diacara POMB

Kuliah

Perkuliahan dimulai! Jangan pusing dulu yaaaa, karena sebenarnya ngampus lebih enak dibanding SMA. Kamu tidak perlu setiap hari berangkat pagi, karena jadwal kuliah tidak selalu pagi. Kecuali kalau memang dapat jadwal pagi terus hehe

Semester 1-2

Perkuliahan semester 1-2 merupakan mata kuliah dasar yang jumlah SKS-nya  sudah ditetapkan oleh bagian akademik kampus. Jadi, kamu tidak perlu pusing harus mengambil mata kuliah apa saja. Di semester awal ini kamu akan mengulang pelajaran yang sudah kamu pelajari di SMA tapi lebih didalami lagi.

Semester 3-4 

Mulai semester 3 kamu sudah boleh menambah jumlah SKS (maksimal 24 sks) atas kesepakatan PA (Pembimbing Akademik). Dengan catatan, kamu tetap harus mengambil mata kuliah wajib semester 3 atau 4. Kamu bisa cek di sini untuk panduan pengisian kartu rencana studi (KRS) saat memilih mata kuliah di awal semester. 

Semester 5-7

Di rentang semester ini kamu dapat mengambil mata kuliah pilihan sesuai dengan minat kamu. Mata kuliah pilihan yang ada di Teknik Kimia ITI, diantaranya : Energi, Lingkungan, Material, dan Process Engineering. Di dalam rentang semester ini juga kamu dapat mengambil mata kuliah PENELITIAN, dan harus selesai di rentang ini juga jika ingin lulus tepat waktu. Klik disini untuk membaca segala panduan untuk menempuh dan menyelesaikan penelitian.

Semester 7 

Waktunya Penelitian dan Kerja Praktik! Semua ilmu yang kamu dapat diperkuliahan bisa kamu terapkan di sini. Untuk Penelitian, carilah partner yang bisa diajak bekerja sama dalam keadaan apapun. Kerja Praktik, carilah perusahaan yang memang menjadi tempat tujuan kamu bekerja nanti.

Semester 8

Seminar dan Tugas Akhir! Dua-duanya butuh nyali besar. Tapi tenang saja, dengan usaha dan berdoa semuanya akan indah pada waktunya hehehe. Seperti mata kuliah yang lainnya, untuk bisa menyelesaikan seminar dan tugas akhir dengan baik, kamu harus mengikuti pedomannya dengan seksama. Biar tidak sesat di jalan :D.

Finish!

Selamat wisuda

Dalam interaksi dengan dosen, mahasiswa harus selalu mengikuti norma-norma kesopanan. Meskipun tidak menutup kemungkinan adanya interaksi yang kasual atau tidak terlalu formal antara dosen dengan mahasiswa, namun tetap ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Berikut ini adalah sekilas ulasan bagaimana sebaiknya mahasiswa bersikap kepada dosen.

Etika Bersalaman dengan Dosen

Sudah menjadi budaya di kampus ITI bahwa mahasiswa akan menyalami dosen (dan mencium tangan) ketika berjumpa (dimana pun, baik di dalam maupun di luar kampus). Tidak ada yang salah dengan budaya ini, namun mahasiswa perlu memperhatikan beberapa batasan. Berikut ini adalah momen-momen dimana mahasiswa sebaiknya JANGAN meminta tangan dosen untuk disalami karena justru menunjukkan ketidaksopanan.

1. Ketika dosen sedang makan

Ini sering terjadi. Ketika mahasiswa mengunjungi ruang prodi atau kantin, dan menemukan ada dosennya di sana, sang mahasiswa datang menghampiri sang dosen dan berusaha untuk menyalaminya. Hal ini justru tidak sopan dan pada dasarnya mengganggu sang dosen.

2. Ketika dosen tengah berbicara dengan orang lain

Tentunya kita tidak ingin diganggu ketika sedang berbicara dengan orang lain, baik pembicaraan itu serius ataupun kasual, dengan dosen lain atau dengan mahasiswa lain. Mahasiswa harus bisa menilai situasi bahwa menghampiri dosen pada situasi ini untuk menyalaminya tentunya akan mengganggu.

3. Ketika dosen sedang berjalan terburu-buru

Saat seseorang sedang berjalan terburu-buru artinya orang tersebut sedang dikejar waktu dan harus segera tiba di tempat yang dituju. Dalam situasi seperti ini JANGAN mencegat sang dosen untuk menyalaminya. It’s really disturbing.

Intinya, mahasiswa harus bisa menganalisa situasi kapan saatnya yang tepat untuk menunjukkan gesture kesopanan lewat bersalaman dengan dosen.

Subscribe
Newsletter