• Hubungi kami: (021) 7561092
  • prodi.tk@iti.ac.id

Peta Jalan Riset

Fokus utama penelitian bidang material di prodi Teknik Kimia ITI adalah pemanfaatan bahan-bahan alam seperti starch, onggok, dan TKKS untuk memproduksi biokomposit yang lebih ramah lingkungan. Tujuan dari berbagai variasi yang dilakukan pada penelitian bidang material adalah  menghasilkan biokomposit dengan properti fisik dan mekanik yang terbaik, disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi biokomposit tersebut. Beberapa target aplikasi biokomposit yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu otomotif, pengemasan, koagulan, dan filler aspal.

Microfiber Cellulose (MFC)

Produk Microfiber Cellulose (MFC) merupakan bahan baku dari berbagai produk diantaranya adalah sebagai bulking agent pada makanan, sebagai coating agent, fat substitution, Emulsifier, extender, filler,nucleating agent dll. Potensi Kelapa Sawit di Banten mencapai 25.865,07 ton/tahun menghasilkan limbah TKKS sebesar 5690 ton/tahun dengan kandungan selulosa sebesar 3698,77 ton/tahun. Selulose dapat diolah sebagai bahan baku berbagai produk, diantaranya adalah produk MFC. Pasar MFC di Indonesia cukup luas diantaranya adalah industri otomotif, industri pangan, industri kertas, industri telekomunikasi dan industri obat. Untuk pasar industri komponen otomotif dan telekomunikasi memiliki pasar yang sangat luas, lebih dari 300 industri komponen yang berada di Jabodetabek membutuhkan serat selulose yang saat ini memperoleh dari impor melalui beberapa supplier. Keunggulan produk MFC adalah ukuran partikel 50 – 300 𝝁𝒎 dengan densitas 1,5 gr/cm3, dengan biaya murah. Produk MFC general purpose dapat dikembangkan dan diaplikasikan pada berbagai produk komponen otomotif, casing Hp, makanan, obat-obatan, kertas dan cat.

Produksi MFC bukan merupakan teknologi baru tetapi pemanfaatan limbah TKKS menjadi produk yang bernilai tinggi merupakan peluang yang besar dan berdampak pada perekonomian rakyat disekitar industri kelapa sawit, menjadi sebuah peluang baru yang tadinya merupakan limbah tidak bernilai menjadi bernilai. Harga jual produk MFC di pasar sangat tinggi yaitu sekitar Rp.1.000.000,-/kg, sedangkan biaya produksi sebesar Rp.167.000,-/kg dengan memproduksi sendiri dari limbah TKKS. Dengan memproduksi sendiri dari limbah TKKS dapat mereduksi harga menjadi Rp.450.000/kg.

Subscribe
Newsletter